Skip to main content

Berangkat Sekolah Kemalaman

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 23, 2019

Berangkat Sekolah Kemalaman

Bukan namanya si Otoy kalau kelakuannya tidak sontoloyo. Seperti di hari itu, suasana di kampung tidak seperti biasanya. Tampak ramai orang berdatangan, bahkan orang-orang dari luar kampung pun berdatangan.

Ternyata ada salah satu warga yang tengah menggelar acara resepsi pernikahan anaknya. Mang Rusdi baru saja menikahkan anak perempuannya ke anak kampung sebelah.

Di hajatannya, mang Rusdi mengadakan acara pertunjukan wayang golek sehari semalam untuk menghibur para tamu undangan.

Tentu saja ini menjadi hiburan gratis bagi warga kampung, terutama seperti Otoy dan kawan-kawan. Maklum zaman sekarang sudah jarang yang hajatan mengadakan pertunjukan wayang golek.

Tampak semua warga sibuk membantu keluarga mang Rusdi, termasuk Emak Otoy. Pagi-pagi sekali setelah menyiapkan sarapan untuk Otoy, Emak tampak bergegas pergi untuk membantu yang hajatan.

"Toy... nasi goreng sudah mak siapin di meja makan ya...." katanya sambil membuka pintu rumah.

"Emak pergi dulu ke rumah mang Rusdi, jangan lupa kunci pintu rumah." timpalnya lagi.

"Iya mak...." terdengar Otoy menyahut dari dalam kamar. Tampaknya dia tengah berpakaian untuk berangkat ke sekolah.

Setelah sarapan, Otoy bergegas berangkat sekolah. Tidak lupa dia mengunci pintu seperti yang emak suruh, lalu dia menaruh kuncinya di bawah keset seperti biasa.

Dengan sepeda bmx-nya, Otoy segera meluncur ke pos ronda depan gang pinggir jalan desa sebagai tempat berkumpul dia dan teman-temannya.

Di pos ronda sudah tampak Ayut, Acil, dan Bogel tengah menunggunya.

"Lama banget Toy! Udah siang nih...." tegur Ayut yang tampak kesal.

"Iya... kebiasaan Otoy nih..." timpal Acil dan Bogel hampir bersamaan.

"Hehehe... sorry... sorry... tadi bangun kesiangan. Ayo berangkat...." jawabnya sambil cengar-cengir gak jelas.

Tampak keempatnya berangkat ke sekolah dengan sepedanya masing-masing. Mereka mengayuh sepeda cepat-cepat karena takut terlambat tiba di sekolah.

★★★★★

Siang itu Otoy, Ayut, Acil, dan Bogel tampak tergesa-gesa mengayuh sepedanya ketika pulang sekolah. Mereka sepertinya tidak mau ketinggalan nonton pertunjukan wayang golek di hajatan mang Rusdi.

Tanpa pulang dulu ke rumah, mereka berempat langsung menuju rumah mang Rusdi yang kini tengah ramai banyak dikunjungi tamu undangan.

Cerita yang dibawakan ki dalang cukup menarik, tidak terasa waktu sudah menunjukan waktu Ashar tandanya pertunjukan harus dihentikan dulu. Petunjukan akan dilanjutkan kembali nanti malam selepas Isya semalam suntuk sampai Subuh.

Tampak para undangan mulai pulang ke rumah masing-masing, begitu pun dengan warga ada yang pulang dulu dan ada yang tetap di situ membantu membereskan tempat untuk nanti malam.

"Tadi seru ya ceritanya...." Otoy membuka percakapan ketika pulang menuju rumah.

"Iya... ki dalangnya hebat, bisa mainkan wayang begitu" ujar Acil.

"Ya... iya lah, dalang terkenal." timpal Ayut.

"Eh... entar malam kalian mau nonton enggak?" tanya Otoy ke tiga temannya sambil menatap muka ke tiga temannya.

"Aku pasti gak boleh sama ibuku...." ujar Ayut.

"Aku juga pasti gak boleh sama ayahku." ujar Acil juga.

"Kalau kamu gimana Gel?" tanya Otoy ke Bogel. Yang ditanya tampak menggelengkan kepala tandanya Bogel juga tidak akan nonton wayang nanti malam.

"Ah payah kalian semua, ya udah biar aku yang nonton sendirian...." ujar Otoy sambil acungkan jempol terbalik.

Ketiganya hanya geleng-geleng kepala lihat tingkah Otoy.

★★★★★

Otoy terjaga tiba-tiba dari tidurnya. Kepalanya refleks menengok ke arah jam dinding.

"Oh... untung baru setengah enam." katanya dalam hati. Dia kembali menengok ke arah jam dinding untuk memastikan.

"Mak... emaakk..." panggilnya ke emaknya sambil melangkah ke luar kamar. Namun yang dipanggil tidak menyahut. Otoy tampak celingak-celinguk mencari emaknya ke dapur, tapi tidak ada.

"Oh... emak masih di rumah mang Rusdi kayaknya, pantes gak ada yang bangunin aku..." gumam Otoy.

Tanpa pikir panjang, Otoy meraih handuk yang tergantung di jemuran lalu masuk ke kamar mandi. Seperti biasa, setelah mandi Otoy langsung pakai seragam sekolahnya.

Setelah makan, Otoy langsung berangkat, tidak lupa mengunci pintu dan menyimpan kuncinya di bawah keset seperti biasa.

Otoy mengayuh sepedanya ke arah pos ronda di depan gang di pinggir jalan desa tempat berkumpul dia dan teman-temannya.

Tampak Ayut, Acil, dan Bogel sudah ada di sana.

"Tapi kok mereka gak pakai seragam sekolah ya..." gumam Otoy dalam hati.

"Yut... Cil... Gel... kenapa kalian gak pakai seragam?" tanya Otoy ke teman-temannya.

"Apa kalian gak ke sekolah?" tanyanya lagi tanpa menunggu teman-temannya menjawab.

Bukannya menjawab, ketiganya malah tertawa terbahak-bahak.

"Otoy...Otoy... ini kan pukul 6 sore, sebentar lagi maghrib. Ini kita nungguin kamu mau ke mushola." jawab Ayut sambil terus tertawa.

"Hah... maghrib...?" Otoy clingak-clinguk sambil garuk-garuk kepala.

"Hahaha... iya Toy... kamu mabok wayang yah sampai gak bangun tadi pagi." seru Acil.

Rupanya Otoy ketiduran sampai sore setelah nonton wayang semalam suntuk.

Otoy... Otoy... dasar kamu hahaha....

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
kupat
Marhaban ya Ramadhan… Bulan suci penuh berkah telah tiba. Saatnya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya. Menjauhi keburukan dan memperbanyak ibadah pada-Nya. Selamat datang bulan suci Ramadhan 1442 H.
Admin Diksi Fiksi