Skip to main content
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Sepeda Ontel Tua Penjual Sapu bagian 2

Oleh: Adhy SuryadiPada: Februari 20, 2020

Cerita sebelumnya: Sepeda Ontel Tua Penjual Sapu Sudah sebulan sejak terakhir kalinya melihat kakek Jamhuri jumatan di mesjid kampungku setelah sebelumnya aku membeli sapu padanya. Berarti sudah 4 Jumat tidak melihat Ki Jamhuri lewat depan rumah menjajakan sapu lidi. Sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa antara aku dengan kakek Jamhuri, namun aku respect dengan kegigihannya untuk bertahan hidup di usia tuanya. Beliau pantang untuk mengemis dan meminta-minta, tetap berusaha walaupun hasilnya tidak seberapa. Namun entah kenapa hati ini merasa rindu untuk melihat beliau, atau sekedar menyuguhinya minum dan melihat beliau tersenyum. Aku merasa seperti melihat kakekku yang sudah tiada. Akhirnya aku mulai mencoba mencari informasi tentang keberadaan kakek Jamhuri. Kutanyai setiap orang bar…

Sepeda Ontel Tua Penjual Sapu

Oleh: Adhy SuryadiPada: Februari 18, 2020

Namanya Ki Jamhuri, begitulah orang-orang memanggilnya. Umurnya sekitar 75 tahun dengan perawakan kurus dan agak membungkuk. Setiap hari Jum'at dia selalu lewat di depan rumahku yang kebetulan berada di pinggir jalan desa. Dan selalu melihatnya di mesjid kampungku ketika waktu shalat Jum'at tiba. Ki Jamhuri itu seorang penjual sapu lidi keliling. Dia menggunakan sebuah sepeda ontel tua untuk membawa sapu lidi dagangannya. Namun sepedanya tersebut tidak dikayuhnya, melainkan dituntun dengan berjalan kaki dengan beberapa ikat sapu lidi di boncengan sepedanya. Hari itu seperti biasa aku sedang membereskan halaman rumah dengan menyapu daun-daunan kering yang jatuh dari pohon yang ada di sekitar rumah. Padahal waktu baru menunjukan pukul 9 pagi, tetapi sinar matahari sudah terasa ag…

Buah Dari Keikhlasan

Oleh: Adhy SuryadiPada: Februari 01, 2020

Siang itu cuaca sangat panas, matahari memancarkan sinarnya dengan terik seperti sedang marah kepada penduduk bumi atas semua kerusakan yang terjadi di muka bumi. Terlihat sesekali Heru menyeka keringat di keningnya, kemudian mengipas-ngipaskan kerah bajunya. "Panas sekali hari ini ya Bu," kata Heru pada istrinya yang duduk di sampingnya. "Iya Pa, ini bajuku sudah basah sama keringat. Padahal panas, tapi yang jajan sepi ya Pa." "Mungkin lagi pada malas ke luar rumah karena cuacanya terlalu panas." kata Heru sambil tersenyum berusaha menghibur istrinya. Heru bersama istrinya, Asri membuka usaha kecil-kecilan jualan jus dan sop buah di depan rumahnya. Kebetulan rumahnya di pinggir jalan raya di sebuah kota kecil, jadi cocok juga untuk buka usaha sendiri k…

Bahagia Itu Sederhana

Oleh: Adhy SuryadiPada: Januari 24, 2020

"Pak, persediaan beras hampir habis, mungkin hanya cukup untuk beberapa hari saja," kata istriku sambil membawakan kopi hitam kesukaanku. Kemudian dia duduk di kursi sampingku di teras rumah. "Begitu ya bu? Mudah-mudahan hari ini kita dapat uang, kebetulan Pak Haji Daud menyuruh bapak untuk menyiangi kebunnya," kataku sambil menyeruput kopi. "Alhamdulillah...." gumam istriku sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke mukanya. Tergambar sebuah harapan di mukanya, terasa getir melihat hal itu. Sampai hari ini aku belum bisa memberikan kebahagiaan buatnya, hanya hidup yang serba pas-pasan. Namun aku bersyukur memiliki istri yang bisa menerima hidup apa adanya dan tidak banyak menuntut. Kami hidup di sebuah pedesaan di pinggiran kota dengan dikaruniai dua …

Cinta Pertama

Oleh: Adhy SuryadiPada: Januari 10, 2020

Saat ini Otoy duduk di kelas 2 SMP, meskipun sudah mulai menginjak masa remaja namun kelakuannya masih sering sontoloyo dan grasak-grusuk. Tetapi bagi teman-temannya, Otoy merupakan teman yang baik, rendah hati, suka membantu, dan selalu menyenangkan orang lain. Otoy tampak duduk di bangkunya di dalam kelas di pinggir jendela. Otoy memilih diam di kelas meskipun sedang waktunya istirahat, karena di luar sedang hujan. Sementara teman sekelasnya menyerbu kantin yang berada di pojok sekolah. Di luar, hujan cukup deras. Suara jatuhnya air hujan menciptakan musik yang membawa kembali kenangan-kenangan indah masa lalu. Otoy memandang ke luar jendela, air hujan seperti sedang menari-nari membuat Otoy mulai terbenam dalam lamunannya. ★★★★★ Tiba-tiba pintu kelas terbuka, tampak Pak Mahfud m…

Jual Hape Buat Ongkos Abah

Oleh: Adhy SuryadiPada: Januari 02, 2020

"Yut... antar aku ke toko mang Budi." kata Otoy. "Mau beli hape lagi Toy?" Ayut balik bertanya. "Enggak... malah mau jual hape aku ini Yut." jawab Otoy sambil menunjukan hapenya. "Wah, sayang kalau dijual. Hape kamu kan masih bagus Toy." kata Acil ikut menimpali. "Emang buat apa uangnya?" tanyanya kemudian. "Ada deh...." jawab Otoy. "Ya sudah, yuk berangkat... Gel kamu ikut gak?" kata Ayut. "Ikut dong...." jawab Bogel yang dari tadi hanya diam saja. Kemudian keempatanya berangkat dengan sepedanya masing-masing beriringan. ★★★★★ Abah tampak duduk di teras rumah, ngaso setelah ngambil rumput buat si Surti mumpung hujan belum turun. Kemudian emak menghampiri sambil membawa secangkir kopi kesukaan aba…

Tahun Baru Di Kampung

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 31, 2019

"Bah..!" panggilan Otoy membuyarkan lamunan Abah yang sedang asik memandangi rumput hijau di depan rumahnya. Segelas kopi panas dan sepiring goreng singkong menemani Abah di pagi itu. "Ada apa toy? Bikin kaget aja." "Ngggggg.. gini bah." Otoy terlihat seperti ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu. "Gini gimana? Ngomong kok gak jelas gitu...." kata Abah, padahal Abah sudah tahu kalau Otoy lagi ada maunya. "Nanti malam kan malam tahun baru bah, Ayut, Acil dan Bogel pada jalan-jalan. Ada yang ke kota, ada yang ke pantai. Terus Otoy kemana Bah?" tanya Otoy penuh harap. "Ooh... jadi Otoy pengen jalan-jalan ya?" "Iya bah, kaya orang-orang tahun baruan gitu." sambut Otoy penuh semangat. "Gini Toy, uangnya kan sudah A…

Disuruh Belanja Ke Warung

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 31, 2019

"Toy... bantuin emak nih...." kata emak dari dapur. "Iya... sebentar mak...." jawab Otoy dari dalam kamar. Kemudian terlihat Otoy ke luar kamar sambil membetulkan kancing bajunya. Sepertinya Otoy baru selesai mandi kemudian memakai baju. "Ada apa mak?" tanya Otoy sesampainya di dapur. "Ini bantuin emak beli bumbu sama kopi gih ke warung bi Tuti." kata emak sambil nengok ke arah Otoy. Emak tampak sibuk memasak untuk makan pagi. "Beliin bawang merah seperempat, garam satu bungkus, terasi tiga bungkus, gula merah dua biji." kata emak sambil merogoh saku dasternya kemudian memberikan selembar uang dua puluh ribu pada Otoy. "Eh... tambahin tiga bungkus kopi buat abah Toy." kata emak kemudian. Otoy manggut-manggut sambil mulutnya…

Kenangan Yang Kembali

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 30, 2019

Saat ini sudah masuk musim penghujan, jadi rumput-rumput di lapangan sudah mulai tumbuh dan hijau kembali. Oleh karena itu abah ngasih hadiah domba pada Otoy, karena mudah ngasih makannya tinggal dilepasin di lapangan. Pagi hari itu tampak abah dan Otoy tengah sibuk membersihkan kandang si Surti yang letaknya di belakang rumah mereka. "Toy... kotoran sama sisa makanannya bersihkan setiap hari dan buang ke lobang yang sudah abah buatin itu ya...." kata abah ngasih petunjuk cara membersihkan kandang domba. "Otoy harus rawat si Surti baik-baik, biar sehat dan nanti banyak anaknya." kata abah kemudian sambil menengok ke arah Otoy. Otoy tampak mengangguk-angguk sambil menyapukan kotoran si Surti, mengumpulkannya kemudian membuangnya ke lobang yang sudah disiapkan abah…

Sedekah Hari Jumat

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 29, 2019

Selepas Jumatan, Ayut tidak langsung pulang tapi duduk dulu di teras masjid. "Ngadem dulu ah..." ujarnya dalam hati sambil ngipas-ngipas baju koko yang dipakainya karena memang hari ini matahari sangat terik memancarkan sinarnya, seperti sedang marah atas segala kerusakan yang telah manusia perbuat di bumi. Tampak seorang kakek tua keluar dari dalam mesjid, usianya sekitar 75 tahunan dan jalannya sudah agak membungkuk berjalan menuju tempat wudlu. Di tempat wudlu ada sebuah meja yang memang dipersiapkan oleh pengurus mesjid bagi jamaah untuk menyimpan bawaannya. Di atas meja tampak sebuah dus berisi roti-roti, rupanya dus itu kepunyaan si kakek. Sambil menenteng dus, si kakek tampak kembali lagi ke teras mesjid. Di ujung teras tampak si kakek menawarkan roti-rotinya ke jema…

Namanya Si Surti

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 28, 2019

Hari ini wajah si Otoy berseri-seri karena hari ini abah akan ngasih hadiah ke Otoy . Namun sampai saat ini abah belum menyebutkan apa hadiahnya, tentu saja ini membuat Otoy semakin penasaran. Sambil menemani abahnya minum kopi di teras rumah, Otoy gak sabar untuk mengetahui hadiah yang akan diberikan abah. "Bah... hadiahnya apa sih? Otoy jadi penasaran nih...." tanyanya sambil garuk-garuk kepala. "Sabar kenapa Toy, nanti juga dikasih tahu...." kata emak yang datang dari dapur membawa sepiring goreng singkong kesukaan Abah. Abah hanya tersenyum sambil mengambil sepotong goreng singkong yang disodorkan emak. "Iya Toy sabar... kalau disebutin sekarang bukan kejutan dong...." "Setelah kopinya habis... kita berangkat ya...." lanjut abah sambil ny…

Hadiah Dari Abah

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 27, 2019

"Halo... asalamualaikum...." terdengar seseorang berbicara ketika henpon diangkat emak. "Waalaikumsalam... iya...." "Ini abah?" emak balik nanya sama seseorang di sana. "Iya mak... ini abah... masa udah lupa sama suara abah...." "Takutnya orang yang mau nipu...." kata emak sambil nyengir. Ternyata yang menelepon adalah abah, bapaknya Otoy. "Mak... kebetulan akhir tahun ini abah dikasih libur 2 minggu sama bos." kata abah. "Jadi bisa pulang buat tahun baruan di kampung." lanjutnya kemudian. "Alhamdulillah..." timpal emak, tampak mukanya bahagia mengetahui suaminya akan pulang. Bapak Otoy namanya Husin, emak dan Otoy memanggilnya abah. Dia bekerja di kota sebagai sopir pribadi, pulangnya tidak tentu kad…

Payung Mahal

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 26, 2019

Pagi itu suasana mendung karena memang sudah memasuki musim penghujan. Awan hitam tebal telah bergelayun di atas langit seperti ingin segera menumpahkan isinya, sesekali diwarnai kilatan petir dengan suaranya yang bergemuruh. Meski begitu, tampak si Otoy telah siap-siap berangkat ke sekolah yang lumayan agak jauh jaraknya, sekitar 5 kilometer dari rumahnya. Maklum sebentar lagi sekolah liburan, jadi si Otoy tetap semangat pergi ke sekolah meski hari mau hujan. "Mak... Otoy berangkat dulu...." terdengar dia berpamitan ke emaknya yang tengah sibuk di dapur. "Iya Toy... hati-hati di jalannya... " seru emaknya dari dapur. "Iya mak... asalamualaikum...." "Waalaikum salam..." Setelah mengucapkan salam, tampak dia mengayuh sepedanya ke arah pos rond…

Kaya Mendadak

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 25, 2019

"Asalamualaikum... tok... tok... tok...." terdengar seseorang mengucapkan salam dan mengetuk pintu rumah. "Waalaikumsalam... sebentar...." jawab Otoy sambil bergegas menuju pintu. Ketika pintu dibuka tampak seorang bapak-bapak dengan setelan jas rapih dengan sepatu pantopel tengah berdiri di depan pintu. Bapak itu juga terlihat menenteng sebuah koper hitam dan mengenakan kacamata hitam. "Iya... mau ke siapa ya?" tanya Otoy terheran-heran. "Tidak biasanya ada tamu ke rumah...." pikirnya dalam hati. "Ma'af mengganggu, apa benar ini rumah sodara Muhamad Kasih?" bapak itu malah balik bertanya, namun dengan nada sopan. "Iy... iya... saya sendiri Muhamad Kasih... " jawab Otoy gugup. "Itu nama asli saya... tapi teman-te…

Pohon Mangga Wa Haji Saud

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 24, 2019

Wa Haji Saud adalah sesepuh kampung yang dihormati. Orangnya baik dan tidak pelit. Rumahnya besar dan pekarangannya luas, banyak pohon buah ditanam di situ. Siang itu tampak Wa Haji tengah asik membaca koran ditemani secangkir kopi. Udara panas siang hari membuat gerah siapa saja, termasuk Wa Haji yang tampak mengenakan kaos singlet dan sarung saja. Dari kejauhan tampak si Otoy tengah melangkah gontai, mungkin karena gerah kepanasan. Tumben dia tidak bersama ketiga temannya, biasanya mereka tidak terpisahkan. "Ayut, Acil, Bogel pada kemana ya?" tanyanya dalam hati, sambil garuk-garuk kepala. Kemudian dia tampak kibas-kibaskan kaos oblong yang dikenakannya, sesekali tampak menyeka keringat di keningnya dengan sarung yang diselendangkan di pundaknya. "Panas banget hari i…

Berangkat Sekolah Kemalaman

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 23, 2019

Bukan namanya si Otoy kalau kelakuannya tidak sontoloyo. Seperti di hari itu, suasana di kampung tidak seperti biasanya. Tampak ramai orang berdatangan, bahkan orang-orang dari luar kampung pun berdatangan. Ternyata ada salah satu warga yang tengah menggelar acara resepsi pernikahan anaknya. Mang Rusdi baru saja menikahkan anak perempuannya ke anak kampung sebelah. Di hajatannya, mang Rusdi mengadakan acara pertunjukan wayang golek sehari semalam untuk menghibur para tamu undangan. Tentu saja ini menjadi hiburan gratis bagi warga kampung, terutama seperti Otoy dan kawan-kawan. Maklum zaman sekarang sudah jarang yang hajatan mengadakan pertunjukan wayang golek. Tampak semua warga sibuk membantu keluarga mang Rusdi, termasuk Emak Otoy. Pagi-pagi sekali setelah menyiapkan sarapan untuk …