Skip to main content

Payung Mahal

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 26, 2019

Pagi itu suasana mendung karena memang sudah memasuki musim penghujan. Awan hitam tebal telah bergelayun di atas langit seperti ingin segera menumpahkan isinya, sesekali diwarnai kilatan petir dengan suaranya yang bergemuruh. Meski begitu, tampak si Otoy telah siap-siap berangkat ke sekolah yang lumayan agak jauh jaraknya, sekitar 5 kilometer dari rumahnya. Maklum sebentar lagi sekolah liburan, jadi si Otoy tetap semangat pergi ke sekolah meski hari mau hujan. "Mak... Otoy berangkat dulu...." terdengar dia berpamitan ke emaknya yang tengah sibuk di dapur. "Iya Toy... hati-hati di jalannya... " seru emaknya dari dapur. "Iya mak... asalamualaikum...." "Waalaikum salam..." Setelah mengucapkan salam, tampak dia mengayuh sepedanya ke arah pos rond…

Kaya Mendadak

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 25, 2019

"Asalamualaikum... tok... tok... tok...." terdengar seseorang mengucapkan salam dan mengetuk pintu rumah. "Waalaikumsalam... sebentar...." jawab Otoy sambil bergegas menuju pintu. Ketika pintu dibuka tampak seorang bapak-bapak dengan setelan jas rapih dengan sepatu pantopel tengah berdiri di depan pintu. Bapak itu juga terlihat menenteng sebuah koper hitam dan mengenakan kacamata hitam. "Iya... mau ke siapa ya?" tanya Otoy terheran-heran. "Tidak biasanya ada tamu ke rumah...." pikirnya dalam hati. "Ma'af mengganggu, apa benar ini rumah sodara Muhamad Kasih?" bapak itu malah balik bertanya, namun dengan nada sopan. "Iy... iya... saya sendiri Muhamad Kasih... " jawab Otoy gugup. "Itu nama asli saya... tapi teman-te…

Pohon Mangga Wa Haji Saud

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 24, 2019

Wa Haji Saud adalah sesepuh kampung yang dihormati. Orangnya baik dan tidak pelit. Rumahnya besar dan pekarangannya luas, banyak pohon buah ditanam di situ. Siang itu tampak Wa Haji tengah asik membaca koran ditemani secangkir kopi. Udara panas siang hari membuat gerah siapa saja, termasuk Wa Haji yang tampak mengenakan kaos singlet dan sarung saja. Dari kejauhan tampak si Otoy tengah melangkah gontai, mungkin karena gerah kepanasan. Tumben dia tidak bersama ketiga temannya, biasanya mereka tidak terpisahkan. "Ayut, Acil, Bogel pada kemana ya?" tanyanya dalam hati, sambil garuk-garuk kepala. Kemudian dia tampak kibas-kibaskan kaos oblong yang dikenakannya, sesekali tampak menyeka keringat di keningnya dengan sarung yang diselendangkan di pundaknya. "Panas banget hari i…

Berangkat Sekolah Kemalaman

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 23, 2019

Bukan namanya si Otoy kalau kelakuannya tidak sontoloyo. Seperti di hari itu, suasana di kampung tidak seperti biasanya. Tampak ramai orang berdatangan, bahkan orang-orang dari luar kampung pun berdatangan. Ternyata ada salah satu warga yang tengah menggelar acara resepsi pernikahan anaknya. Mang Rusdi baru saja menikahkan anak perempuannya ke anak kampung sebelah. Di hajatannya, mang Rusdi mengadakan acara pertunjukan wayang golek sehari semalam untuk menghibur para tamu undangan. Tentu saja ini menjadi hiburan gratis bagi warga kampung, terutama seperti Otoy dan kawan-kawan. Maklum zaman sekarang sudah jarang yang hajatan mengadakan pertunjukan wayang golek. Tampak semua warga sibuk membantu keluarga mang Rusdi, termasuk Emak Otoy. Pagi-pagi sekali setelah menyiapkan sarapan untuk …

Sepatu Bertali

Oleh: Adhy SuryadiPada: Desember 23, 2019

Suatu pagi di sebuah rumah yang berada di sebuah desa di pinggiran kota. Terdengar teriakan seorang emak-emak menggelegar mengejutkan para burung yang tengah asik bercuit ria yang sontak berhamburan terbang entah ke mana. "Otoooyyy... mau bangun tidak!" teriaknya. "Tar mak siram kalau gak bangun, udah jam setengah tujuh tuh!" teriaknya lagi dengan nada kesal. Tak lama kemudian terdengar suara sahutan dengan nada malas dari sebuah kamar. "Iya mak... udah bangun nih..." timpal suara tersebut. "Huuaahh... masih ngantuk nih... " terdengar dia menggerutu. Namun tiba-tiba terdengar kegaduhan dari dalam kamar. Tampaknya dia baru tersadar bahwa dia bangun kesiangan, jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh lebih. "Waduh... celaka... kesiangan …